Titrator, Pengambil Sampel Otomatis, Sensor, Aksesori & Banyak Lagi | METTLER TOLEDO

Titrator

Rangkaian Titrator dan Aksesori Lengkap yang Mencakup Aplikasi Titrasi Anda

Titrator menentukan jumlah zat, atau analit, yang dilarutkan pada sampel. Dengan penambahan reagen terkontrol pada volume yang diketahui, reaksi kimia dipantau dari perubahan warna menggunakan sensor fotometrik atau sensor pH, redoks, konduktivitas, atau surfaktan. Titrator Karl Fischer menentukan jumlah air dalam sampel pada kisaran mulai dari 0,001% dengan koulometrik Karl Fischer hingga 100% kandungan air dengan titrasi volumetrik Karl Fischer.

Hubungi untuk Harga
View Results ()
Filter ()

Tambahkan satu atau dua produk lainnya sebagai perbandingan

Keunggulan Titrator METTLER TOLEDO

+62 21 2945 3919
Hubungi Servis
Uptime
Dukungan & Perbaikan
Kinerja
Pemeliharaan & Optimasi
Kepatuhan
Kalibrasi & Kualitas
Keahlian
Pelatihan & Konsultasi

FAQs

Bagaimana cara kerja titrator otomatis?

Titrator otomatis dari from METTLER TOLEDO mengikuti urutan pengoperasian yang sudah ditentukan. Urutan ini pada dasarnya sama untuk semua model dan merek. Urutan ini dilakukan dan diulang beberapa kali hingga titik akhir atau titik ekuivalen reaksi titrasi tercapai (siklus titrasi). Utamanya, siklus titrasi terdiri atas 4 langkah:

  1. Penambahan titran
  2. Reaksi titrasi
  3. Akuisisi sinyal
  4. Evaluasi

 

Setiap langkah memiliki berbagai parameter spesifik (ukuran kenaikan), yang harus ditentukan berdasarkan aplikasi titrasi spesifik. Aplikasi lebih rumit memerlukan lebih banyak langkah, yaitu dispensi reagen tambahan untuk titrasi balik, pengenceran, penyesuaian nilai pH. Langkah-langkah tersebut dan parameter terkait dilanjutkan pada metode titrasi.

 

Seberapa sering titrator harus dibersihkan?

Tergantung pada frekuensi penggunaan, Anda harus membersihkan peralatan titrator seperti silinder buret, piston, katup, dan saluran cukup sering. Pastikan menggunakan etanol berkualitas tinggi untuk prosedur pembersihan.

  1. Tergantung pada kontaminasi yang diakibatkan pada standar, bilas silinder, katup, dan tabung dengan air yang deionisasi, lalu bilas lagi menggunakan etanol
  2. Keringkan komponen dengan udara terkompresi bebas minyak

  

Mengapa, saat melakukan titrasi titik ekuivalen dengan titrator otomatis, saya mendapatkan hasil yang berbeda dibandingkan saat melakukan titrasi secara manual dengan indikator warna?

Perbedaan hasil ini terutama dapat terlihat saat melakukan titrasi asam/basa dengan menggunakan salah satu indikator pH. Penyebab pertama dari perbedaan ini adalah indikator pH yang berubah warna pada kisaran pH, bukan pada nilai tetap. Titik aktual yang menampilkan perubahan warna sangat tergantung pada jumlah sampel dan mungkin tidak bersamaan dengan titik ekuivalen zat kimia. Hal ini dapat mengakibatkan perbedaan kecil pada hasil. Perbedaan kecil ini dapat secara mudah dijadikan nihil dengan menstrandardisasi titran menggunakan metode yang sama seperti yang digunakan untuk sampel.

Penyebab kedua untuk perbedaan ini adalah karena sensitivitas mata manusia terhadap perubahan warna. Saat perubahan warna mungkin telah terjadi, mata manusia belum mendeteksi perubahan apa pun. Hal ini dapat didemonstrasikan menggunakan sensor fotometrik seperti METTLER TOLEDO DP5 Phototrode™. Dengan salah satu sensor tersebut, perubahan pada transmitans cahaya dapat terdeteksi secara jelas sebelum mata manusia mendeteksi perubahan warna. Dalam titrasi asam/basa umum yang menggunakan indikasi potensiometrik dengan sensor pH, perubahan drastis dalam sinyal terjadi saat terdapat asam (atau basa) berlebih, sehingga kemunculan ini merupakan indikasi titik akhir yang sebenarnya.

 

Apa elektrode yang harus digunakan untuk titrasi non-air pada titrator saya?

Umumnya, terdapat tiga masalah elektrode atau sensor utama saat melakukan titrasi non-air. Masalah pertama adalah menggunakan elektrolit air dengan pelarut non-air. Mengganti elektrolit pada elektrode dapat mengatasi masalah ini dengan mudah. Masalah kedua berkaitan dengan fakta bahwa sampel non-konduktif, yang menimbulkan sirkuit listrik yang buruk antara setengah sel atau komponen pengukuran dan rujukan elektrode jika digabungkan. Hal ini akan menimbulkan noise sinyal yang keras, terutama saat menggunakan sensor dengan sambungan keramik standar pada rujukan. Solusi parsial untuk masalah ini adalah menggunakan sensor dengan sambungan berselongsong, seperti sensor DGi113. Sensor ini memiliki LiCl pada etanol sebagai elektrolit standar dan, bukan sambungan keramik, memiliki selongsong polimer yang memberikan area kontak lebih luas antara komponen kerja dan rujukan, sehingga noise lebih rendah.

Masalah ketiga adalah masalah yang tidak terjadi pada elektrode, tetapi saat menangani sensor. Agar sensor (pH) kaca berfungsi dengan baik, pastikan membran kaca (bohlam elektrode) telah dihidrasi. Hal ini dapat dicapai dengan mengkondisikan elektrode dengan merendamnya pada air deionisasi. Selama titrasi non-air, membran ini semakin terhidrasi dan mengurangi respons elektrode. Untuk mencegah atau mengatasi masalah ini, elektrode harus secara berkala dikondisikan ulang dengan merendamnya di air.

 

Bagaimana cara mengekspor data dari titrator METTLER TOLEDO?

Cara tradisional untuk menyimpan hasil titrasi adalah dengan mencetaknya, baik pada printer tape compact USB -P25 maupun printer A4 USB. Namun, titrator METTLER TOLEDO menawarkan potensi lain seperti ekspor data langsung dan laporan berbentuk pdf atau xml. Selain itu, hasil dapat disimpan pada stik USB, dikirim ke PC yang terhubung atau folder jaringan jarak jauh. Printer fisik (printer A4 atau printer compact) atau printer virtual (ekspor data RS232 atau USB data, penulis file PDF/XML) berjalan melalui fungsi metode “Laporkan” yang berada dalam satu metode. Fungsi metode “Laporkan” dapat disesuaikan. Secara paralel, titrator secara otomatis menghasilkan file CSV setelah setiap sampel menggunakan templat standar dan menyimpannya ke stik USB atau folder jaringan. Hasil dapat dikirim pada waktu bersamaan ke printer (fisik atau virtual) dan dalam bentuk CSV.

 

Apakah perbedaan antara Titrator volumetrik dan koulometrik Karl Fischer?

Titran dapat ditambahkan secara langsung ke sampel dengan buret (volumetri) atau dihasilkan secara elektrokimia pada sel titrasi (koulometri). Titrasi koulometrik utamanya diterapkan untuk penentuan air berdasarkan Karl Fischer saat kandungan sangat rendah, yaitu lebih kecil dari 50-100 ppm (0,005-0,01%).

 

Kapan menggunakan sel Karl Fischer dengan atau tanpa diafragma untuk titrator METTLER TOLEDO?

C20S dan C30S tersedia dengan dua sel koulometer – dengan atau tanpa diafragma. Untuk sebagian besar aplikasi, sebaiknya gunakan sel tanpa diafragma karena sel ini tidak terlalu memerlukan banyak pemeliharaan. Karena desainnya yang inovatif, sel tanpa diafragma ini dari METTLER TOLEDO bahkan dapat digunakan untuk menentukan air pada minyak. Versi sel dengan diafragma direkomendasikan untuk aplikasi seperti penentuan air dalam zat yang mengandung ketone. Selain itu, pastikan jika memerlukan akurasi yang terbaik.

 

Seberapa sering pelarut dalam gelas kimia titrasi pada titrator Karl Fischer harus diganti?

Jawaban pertama dan paling jelas untuk pertanyaan ini adalah pelarut harus diganti segera setelah sampel tidak lagi larut. Namun, hal ini adalah salah satu alasan untuk mengganti pelarut. Alasan kedua adalah bila dua komponen reagen yang mengandung iodin dan pelarut mengandung semua komponen yang diperlukan untuk reaksi Karl Fischer. Salah satu komponen lainnya adalah sulfur dioksida dan komponen ini dapat habis jauh sebelum kapasitas pelarut melebihi batas pelarutan. Umumnya, pelarut pada dua sistem komponen ini memiliki kapasitas air rata-rata 7 mg per 1 mL pelarut. Berarti, secara teori 40 mL pelarut cukup untuk 280 mg air sebelum pelarut harus diganti. Karena titran umumnya memiliki konsentrasi 5 mg/mL, maka 280 mg air akan memerlukan 56 mL titran.

 

Bagaimana cara mengetahui waktu penggantian saringan molekul pada tabung pengeringan titrator Karl Fischer?

Solusi paling praktis untuk pertanyaan ini adalah dengan menambahkan beberapa gel silika biru di atas tabung pengeringan yang akan berfungsi sebagai indikator. Setelah tanda merah muda pertama muncul pada lapisan gel ini, ganti atau perbarui saringan molekul. Biasanya, terjadinya peningkatan pada penyimpangan latar belakang juga dapat menunjukkan bahwa saringan molekul perlu diganti.

 

Bagaimana cara memvalidasi metode pada titrator otomatis?

Saat memvalidasi metode titrator, Anda perlu memeriksa berbagai hal, seperti akurasi, presisi, keterulangan, linearitas, kesalahan sistematis, ketangguhan, daya tahan, dan batas penentuan. Untuk rekomendasi lebih terperinci tentang cara melakukan validasi, lihat bagian kontrol kualitas dan validasi atau lihat brosur aplikasi METTLER TOLEDO 16 - metode Validasi Titrasi.