Analisis Termal | METTLER TOLEDO

Analisis Termal Excellence

Sistem untuk Karakterisasi Material

Analisis Termal adalah serangkaian teknik yang mengukur sifat fisika suatu zat sebagai fungsi suhu, sementara zat tersebut dikenai program suhu terkontrol. Sistem Analisis Termal METTLER TOLEDO merupakan pilihan ideal untuk operasional manual atau otomatis, yang memberikan hasil akurat dan andal untuk penelitian akademis dan pengembangan industri serta jaminan kualitas dan produksi.

Hubungi untuk Harga
+62 21 2945 3919
Hubungi Servis
Uptime
Dukungan & Perbaikan
Kinerja
Pemeliharaan & Optimasi
Kepatuhan
Kalibrasi & Kualitas
Keahlian
Pelatihan & Konsultasi

FAQs

Apakah yang dimaksud dengan analisis termal?

Berdasarkan ICTAC (Konfederasi Internasional untuk Analisis Termal dan Kalorimetri), analisis termal adalah serangkaian teknik yang mengukur sifat fisika suatu zat sebagai fungsi suhu, sementara zat tersebut dikenai program suhu terkontrol.

 

Apa sajakah teknik analisis termal lainya?

Analisis termal terdiri atas serangkaian teknik tambahan. Teknik dipilih berdasarkan sifat yang sedang dipelajari. Teknik-teknik tersebut di antaranya adalah:

  • Kalorimetri Pemindaian Diferensial (DSC): Mengukur aliran panas yang masuk atau keluar dari sampel. Output sensor berupa Watt (W).
  • Analisis Termogravimetri (TGA): Mengukur perubahan pada massa. Output sensor berupa miligram (mg).
  • Analisis Termomekanis (TMA): Mengukur perubahan panjang sampel. Output sensor berupa mikrometer (µm).
  • Analisis Mekanis Dinamis (DMA): Mengukur modulus (penyimpanan/penyusutan) suatu material (satuan Pascal (Pa)) sebagai fungsi waktu, suhu, atau frekuensi. Output tambahan adalah faktor peredaman tangen delta yang dihitung tanpa satuan.
  • Analisis Termo-Optik (TOA): Memberikan bantuan visual untuk mengamati efek fisika selama pengukuran analisis termal. Perangkat optik dapat ditambahkan pada DSC atau HP DSC serta Tahapan Panas.

 

Apa sajakah peristiwa termal dan sifat termal yang dianalisis oleh analisis termal?

Analisis termal dapat membantu menentukan sifat dan transisi seperti transisi kaca (Tg), titik leleh (Tm), evaporasi, kristalisasi, transisi fase, dekomposisi, koefisien ekspansi termal, perubahan dimensi, modulus elastis (G’), modulus penyusutan (G’’), faktor peredaman (tan delta), entalpi dan kinetik reaksi, pengaruh aditif, komposisi, stabilitas termal, suhu pelunakan, dan reaksi curing.