Sensor Turbiditas | Alat Ukur Turbiditas Inline Minim Downtime
Sensor Turbiditas

Sensor Turbiditas

Alat Ukur Turbiditas Inline untuk Pemantauan Kepadatan Partikel

Pengukur turbiditas METTLER TOLEDO dirancang untuk melakukan pengukuran turbiditas dalam saluran untuk proses manufaktur industri. Alat ukur turbiditas ini menyediakan pengukuran tingkat kekeruhan secara terus menerus untuk membantu pencapaian kendali proses dalam kristalisasi, pemisahan fase, pertumbuhan biomassa (kepadatan sel), penyaringan bir, dan aplikasi penting lainnya. Pengukur turbiditas tertentu juga bisa digunakan untuk melalukan pengukuran warna.

Hubungi untuk Harga
+62 21 2945 3919
Hubungi Servis
Uptime
Dukungan & Perbaikan
Kinerja
Pemeliharaan & Optimasi
Kepatuhan
Kalibrasi & Kualitas
Keahlian
Pelatihan & Konsultasi

FAQs

Apa itu turbiditas?

Turbiditas merupakan karakteristik optik yang mengacu pada tingkat kejernihan zat cair. Tingkat turbiditas bisa diukur dengan pengukur turbiditas. Turbiditas dalam air disebabkan oleh partikel individu yang tersuspensi atau materi koloid yang menyebarkan atau menghalangi transmisi cahaya: semakin tinggi konsentrasi partikel yang tersuspensi/materi koloid, semakin tinggi tingkat turbiditasnya. Partikel tersebut biasanya terlalu kecil untuk bisa dilihat oleh mata manusia; oleh karena itu, pengukuran turbiditas harus dilakukan dengan pengukur turbiditas atau alat ukur turbiditas. Cara terbaik untuk mengendalikan proses yang membutuhkan pemantauan turbiditas yang ketat adalah dengan menggunakan pengukur turbiditas dalam saluran. Pengukur turbiditas dalam saluran memberikan pengukuran turbiditas secara terus menerus yang bisa digunakan untuk tujuan kendali proses. Contoh sehari-hari dari cairan keruh adalah:

  • Susu - mengandung tetesan protein/minyak teremulsi dalam air
  • Air limbah - mengandung partikel tersuspensi
  • Bir gandum - mengandung sel ragi

Apa yang dimaksud dengan pengukur turbiditas?

Pengukur turbiditas, yang disebut juga sebagai alat ukur turbiditas, merupakan suatu sistem untuk mengukur konsentrasi partikel yang tersuspensi dalam suatu proses. Suatu pengukur turbiditas umumnya terdiri dari 3 bagian utama: sensor turbiditas, pemancar turbiditas, dan koneksi proses. 

Apa yang memengaruhi pengukuran turbiditas?

Pengukuran turbiditas, seperti yang ditangkap oleh alat ukur turbiditas, menentukan tingkat partikel yang tersuspensi dalam suatu media cair yang menyebarkan cahaya. Tingkat penyebaran ini dipengaruhi oleh:

  • Konsentrasi partikel: Konsentrasi partikel yang lebih tinggi menghasilkan tingkat sebaran cahaya yang lebih tinggi, dan oleh karenanya, hasil bacaan yang lebih tinggi pada pengukur turbiditas.
  • Bentuk dan ukuran partikel: Partikel lebih kecil dari 1/10 panjang gelombang cahaya yang terlihat menyebarkan cahaya secara simetris. Partikel yang lebih besar (biasanya berdiameter lebih besar dari panjang gelombang cahaya yang terlihat) menyebarkan cahaya secara asimetris. Karena itu, untuk mengukur turbiditas, sudut penyebaran harus dipertimbangkan.
  • Panjang gelombang cahaya: Seperti yang telah disebutkan di atas, intensitas cahaya yang disebarkan tergantung pada ukuran partikelnya. Selain itu, adanya warna dalam cairan dapat mengurangi cahaya yang terukur pada detektor. Akibatnya, penggunaan panjang gelombang cahaya yang sesuai harus dipertimbangkan untuk pengukuran turbiditas.

Sebagai konsekuensi dari ketiga poin di atas, turbiditas hanya mungkin digunakan sebagai properti karakteristik sampel jika metode pengukuran distandardisasi. Misalnya, dalam banyak aplikasi pembuatan bir, cairan yang akan diukur berwarna kekuningan dan mengandung partikel ragi. Oleh karena itu, untuk memeriksa penerobosan filter, jumlah cahaya yang tersebar ke depan dan ke samping diukur pada sudut 25° dan 90° secara relatif terhadap sumber cahaya, untuk menentukan tingkat jaminan mutunya. Sumber cahaya merah (650 nm) dan biru (460 nm) juga ditentukan dalam panduan untuk pemantauan warna dan turbiditas.